{"id":15,"date":"2020-03-31T08:39:49","date_gmt":"2020-03-31T01:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/iskapalembang.org\/?p=15"},"modified":"2020-03-31T12:34:41","modified_gmt":"2020-03-31T05:34:41","slug":"dunia-baru-pasca-wabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/","title":{"rendered":"Dunia Baru Pasca Wabah"},"content":{"rendered":"\n<p>Dunia terus berubah.\nPerubahan drastis dunia dipicu oleh peristiwa-peristiwa besar, yang mengubah\ncara pikir dan cara hidup manusia.&nbsp;\nPemikiran hebat Yunani Kuno runtuh ketika Kaisar Konstantinus yang\nKristiani, bertahta di Roma. Sejak itu, agama Kristiani dijadikan agama negara\ndan sekolah kebijaksananaan Yunani ditutup. Bangkitlah arus kuat pemikiran abad\npertengahan yang bercorak Kristiani. Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan reformasi\nProtestan pada abad 15-16, meruntuhkan arus pemikiran abad pertengahan dan\nmenggantinya dengan pemikiran modern yang mengagungkan akal budi manusia. Perang\ndunia II telah memicu dihapuskannya penjajahan fisik diseluruh dunia, dst.&nbsp; Wajah dunia terus menerus diperbaharui oleh\nperistiwa-peristiwa besar. <\/p>\n\n\n\n<p>Wabah\nvirus Covid 19 adalah peristiwa besar yang berdampak luas. Jika sebelum ini dunia\nselalu diubah oleh peristiwa-peristiwa besar yang dipicu ulah manusia, kini untuk\npertama kalinya, dipicu oleh &nbsp;virus Covid\n19. Tiba-tiba saja, mahluk amat kecil ini telah menginfeksi nyaris seluruh\ndunia dalam waktu singkat. Covid 19 menyebabkan pandemi global dengan skala\nyang belum pernah terjadi dalam sejarah manusia sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-34\" width=\"140\" height=\"140\" srcset=\"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png 1001w, https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus-300x300.png 300w, https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus-150x150.png 150w, https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus-768x768.png 768w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>&nbsp;Masifnya penyebaran virus covid 19 secara\ncepat telah meruntuhkan kesombongan akal budi manusia yang telah diagungkan\nlima abad terakhir. Serangan wabah meruntuhkan kebanggaan atas kejayaan\nteknologi kesehatan, sistem ekonomi, sistem politik, dan sistem-sistem lainnya.\nSemua yang dianggap hebat, seakan berubah rapuh dalam waktu singkat. Dunia\nmedis seakan pasrah mengandalkan \u201ckebaikan\u201d Covid 19, yang hanya fatal bagi\nkurang dari 10 % penderita, dan sembuh sendiri bagi bagian besar lainnya. Kecanggihan\nteknologi penyediaan alat ventilator, obat, vaksin, perlengkapan medis, dll,\ntertinggal jauh dibelakang kecepatan penyebaran wabah ini. Sistem politik dan\nsosial kedodoran dalam antisipasi, bahkan setelah korban banyak berjatuhan.\nEkonomi terpuruk masif melebihi gelombang resesi yang pernah terjadi. Ini\nadalah peristiwa besar yang berpotensi mengubah hidup manusia dalam skala luas.\nPengharapan akhir digantungkan pada kenyataan bahwa wabah ini pasti akan\nberakhir, mengingat mayoritas korbannya akan sembuh sendiri dan menjadi kebal. Harapan\nyang tidak lagi mengandalkan kemampuan akal budi manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa\nyang akan terjadi pada dunia yang telah \u201cdipermalukan\u201d oleh mahluk yang amat\nkecil ini? Tentu banyak perubahan yang dapat dibayangkan akan terjadi. Banyak\naspek kehidupan akan berubah menyesuaikan diri setelah krisis ini. Dunia medis\nakan lebih berfokus pada pengembangan penanganan penyakit-penyakit menular.\nProses vaksin akan dipercepat, dst. Dunia kerja akan melihat \u201c<em>work from home<\/em>\u201d sebagai alternatif yang\nefisien sekaligus efektif. Demikian juga dengan dunia pendidikan, dengan sistem\n\u201c<em>online<\/em>\u201d. Ekonomi dan politik akan\nmenyesuaikan diri supaya mampu mengantisipasi wabah berikutnya. Solidaritas\nmasyarakat dunia dibangkitkan lewat bantuan China terhadap Italy, dst. Cara\nhidup akan berkembang&nbsp; dengan tidak\nlagi&nbsp; berfokus mengandalkan kecepatan,\ntetapi lebih pada efektifitas dan efisiensi. Hidup menjadi lebih waspada,\nsederhana, dan cerdas. Ajaran agama dituntut makin menyatu dengan kemanusiaan,\ndst.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan adalah keniscayaan. Fleksibilitas adalah kunci keberhasilan dalam perziarahan hidup. Setiap peristiwa, betapapun buruknya, selalu memiliki rahmat tersembunyi (<em>blessing in disguise<\/em>). Filsuf Jerman, Karl Jaspers, mengingatkan bahwa Kemahakuasaan Allah memungkinkanNya untuk mewahyukan kehendakNya lewat segala sesuatu. Bisa saja bencana ini merupakan sinyal dariNya untuk minta kita berubah. Jasper menggunakan istilah &nbsp;\u201c<em>chiffer<\/em>\u201d untuk sinyal dari Allah. Allah juga telah menganugerahkan akal budi dan RohNya&nbsp; yang tinggal dalam hati, pada tiap manusia. Manusia perlu menggunakan anugerah-anugerah itu untuk merefleksikan setiap peristiwa, demi proses kesempurnaan hidupnya. Kata St. Agustinus: &nbsp;\u201c<em>Crede ut intelligas, intellige ut credas<\/em>\u201d (<em>percayalah supaya makin mengetahui, upayakanlah pengetahuan supaya makin percaya<\/em>). Badai pasti berlalu, namun siapkah kita menghadapi wajah baru dunia setelah ini? Saatnya merenungkan ini, ditengah karantina diri. <\/p>\n\n\n\n<p>(<strong>Hendro Setiawan<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia terus berubah. Perubahan drastis dunia dipicu oleh peristiwa-peristiwa besar, yang mengubah cara pikir dan cara hidup manusia.&nbsp; Pemikiran hebat Yunani Kuno runtuh ketika Kaisar Konstantinus yang Kristiani, bertahta di Roma. Sejak itu, agama Kristiani dijadikan agama negara dan sekolah kebijaksananaan Yunani ditutup. Bangkitlah arus kuat pemikiran abad pertengahan yang bercorak Kristiani. Perkembangan pesat ilmu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[7],"tags":[8,11,10,9,12],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dunia Baru Pasca Wabah - ISKA Palembang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dunia Baru Pasca Wabah - ISKA Palembang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dunia terus berubah. Perubahan drastis dunia dipicu oleh peristiwa-peristiwa besar, yang mengubah cara pikir dan cara hidup manusia.&nbsp; Pemikiran hebat Yunani Kuno runtuh ketika Kaisar Konstantinus yang Kristiani, bertahta di Roma. Sejak itu, agama Kristiani dijadikan agama negara dan sekolah kebijaksananaan Yunani ditutup. Bangkitlah arus kuat pemikiran abad pertengahan yang bercorak Kristiani. Perkembangan pesat ilmu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ISKA Palembang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/iska.palembang.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-31T01:39:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-03-31T05:34:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/\",\"name\":\"ISKA Palembang\",\"description\":\"Ikatan Sarjana Katolik DPC Kota Palembang\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png\",\"width\":1001,\"height\":1001},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/\",\"name\":\"Dunia Baru Pasca Wabah - ISKA Palembang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-03-31T01:39:49+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-31T05:34:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/#\/schema\/person\/aa79fdf9b1b646f02166a87adaf9b8d1\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dunia Baru Pasca Wabah\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/#\/schema\/person\/aa79fdf9b1b646f02166a87adaf9b8d1\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f05aa31873cde13176fc218f4beac16c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f05aa31873cde13176fc218f4beac16c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/author\/handoko\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dunia Baru Pasca Wabah - ISKA Palembang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dunia Baru Pasca Wabah - ISKA Palembang","og_description":"Dunia terus berubah. Perubahan drastis dunia dipicu oleh peristiwa-peristiwa besar, yang mengubah cara pikir dan cara hidup manusia.&nbsp; Pemikiran hebat Yunani Kuno runtuh ketika Kaisar Konstantinus yang Kristiani, bertahta di Roma. Sejak itu, agama Kristiani dijadikan agama negara dan sekolah kebijaksananaan Yunani ditutup. Bangkitlah arus kuat pemikiran abad pertengahan yang bercorak Kristiani. Perkembangan pesat ilmu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/","og_site_name":"ISKA Palembang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/iska.palembang.1","article_published_time":"2020-03-31T01:39:49+00:00","article_modified_time":"2020-03-31T05:34:41+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/#website","url":"https:\/\/iskapalembang.org\/","name":"ISKA Palembang","description":"Ikatan Sarjana Katolik DPC Kota Palembang","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iskapalembang.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#primaryimage","url":"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png","contentUrl":"https:\/\/iskapalembang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/130-COVID-Virus.png","width":1001,"height":1001},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#webpage","url":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/","name":"Dunia Baru Pasca Wabah - ISKA Palembang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#primaryimage"},"datePublished":"2020-03-31T01:39:49+00:00","dateModified":"2020-03-31T05:34:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/#\/schema\/person\/aa79fdf9b1b646f02166a87adaf9b8d1"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/2020\/03\/31\/dunia-baru-pasca-wabah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/iskapalembang.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dunia Baru Pasca Wabah"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/#\/schema\/person\/aa79fdf9b1b646f02166a87adaf9b8d1","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/iskapalembang.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f05aa31873cde13176fc218f4beac16c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f05aa31873cde13176fc218f4beac16c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/author\/handoko\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15"}],"collection":[{"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35,"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions\/35"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iskapalembang.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}